Translate

Friday, May 10, 2013

Artikel Bersikap Ilmiah

Sikap ilmiah adalah sikap yang seharusnya dimiliki oleh seorang peneliti, untuk dapat melalui proses penelitian yang baik dan hasil yang baik pula.

Sikap menurut Gagne ini adalah suatu kondisi yang internal. Sikap mempengaruhi pilihan untuk bertindak. Kecenderungan untuk memilih obyek terdapat pada diri pembelajar, bukan kinerja yang spesifik.

 Sikap-sikap ilmiah meliputi:

a. Obyektif terhadap fakta. Obyektif artinya menyatakan segala sesuatu tidak dicampuri oleh perasaan senang atau tidak senang.

Contoh: Seorang peneliti menemukan bukti pengukuran volume benda 0,0034 m3, maka ia harus mengatakan juga 0,0034m3, padahal seharusnya 0,005m3.

b. Tidak tergesa-gesa mengambil kesimpulan bila belum cukup data yang mendukung kesimpulan itu.

Contoh: Ketika seorang ilmuwan menemukan hasil pengamatan suatu burung mempuyai paruh yang panjang dan lancip, maka dia tidak segera mengatakan semua burung paruhnya panjang dan lancip, sebelum data-datanya cukup kuat mendukung kesimpulan tersebut.

c. Berhati terbuka artinya bersedia menerima pandangan atau gagasan orang lain, walaupun gagasan tersebut bertentangan dengan penemuannya sendiri. Sementara itu, jika gagasan orang lain memiliki cukup data yang mendukung gagasan tersebut maka ilmuwan tersebut tidak ragu menolak temuannya sendiri.

d. Tidak mencampuradukkan fakta dengan pendapat.

Contoh: Tinggi batang kacang tanah di pot A pada umur lima (5) hari 2 cm, yang di pot B umur lima hari tingginya 6,5 cm. Orang lain mengatakan tanaman kacang tanah pada pot A terlambat pertumbuhannya, pernyataan orang ini merupakan pendapat bukan fakta.

e. Bersikap hati-hati. 

Sikap hati-hati ini ditunjukkan oleh ilmuwan dalam bentuk cara kerja yang didasarkan pada sikap penuh pertimbangan, tidak ceroboh, selalu bekerja sesuai prosedur yang telah ditetapkan, termasuk di dalamnya sikap tidak cepat mengambil kesimpulan. Pengambilan kesimpulan dilakukan dengan penuh kehati-hatian berdasarkan fakta-fakta pendukung yang benar-benar akurat.

f. Sikap ingin menyelidiki atau keingintahuan (couriosity) yang tinggi. 

Bagi seorang ilmuwan hal yang dianggap biasa oleh orang pada umumnya, hal itu merupakan hal penting dan layak untuk diselidiki.apabila menghadapi suatu masalah yang baru dikenalnya,maka ia beruasaha mengetahuinya; senang mengajukan pertanyaan tentang obyek dan peristiwa; kebiasaan menggunakan alat indera sebanyak mungkin untuk menyelidiki suatu masalah; memperlihatkan gairah dan kesungguhan dalam menyelesaikan eksprimen.

g. Sikap menghargai karya orang lain, Tidak akan mengakui dan memandang karya orang lain sebagai karyanya, menerima kebenaran ilmiah walaupun ditemukan oleh orang atau bangsa lain.

h. Sikap tekun, Tidak bosan mengadakan penyelidikan, bersedia mengulangi eksprimen yang hasilnya meragukan’ tidak akan berhenti melakukan kegiatan –kegiatan apabila belum selesai; terhadap hal-hal yang ingin diketahuinya ia berusaha bekerja dengan teliti.

Kurniadi (1988) dikutip dari pendapat M. O. Edward yang merumuskan perilaku kreatif sikap ilmiah dari kata-kata ide (gagasan) berikut :
I : Imagination (imajinasi).
D : Data (Fakta).
E : Evaluation (evaliuasi).
A : Action (tindakan).

Seorang yang kreatif adalah seseorang yang mampu mengumpulkan data, berimajinasi dalam aksinya juga membuat evaluasi. Didalam jurnal yang ditulis oleh S. Karim A. Karhami (2005), sikap ilmiah yang cenderung dikembangkan di berbagai sekolah adalah :

a. Curiosity (Sikap ingin tahu)
Ditandai dengan tingginya minat siswa. Di sini anak juga sering mencoba pengalaman-pengalaman baru. Curiosity sering diawali dengan pengajuan pertanyaan .

b. Flekxibility (Sikap luwes)
Sikap anak dalam memahami konsep baru, pengalaman baru, sesuai dengan kemampuannya tanpa ada kesulitan. Dan biasanya pemahaman ini berlangsung secara bertahap.

c. Critical reflektion (sikap kritis)
Kebiasaan anak untuk merenung dan mengkaji kembali kegiatan yang sudah dilakukan.

d. Sikap Jujur
Kejujuran siswa kepada diri sendiri dan orang lain dalam menyelesaikan atau mencoba pengalaman yang baru.

Menurut Renzuli yang dikutip oleh Supriyadi, (1994: 224), siswa yang mempunyai sikap ilmiah yang tinggi akan memiliki kelancaran dalam berfikir sehingga siswa akan termotivasi untuk selalu berprestasi dan memiliki komitmen yang kuat untuk mencapai keberhasilan dan keunggulan. 


Source:

http://yuyunchelsea.wordpress.com/2012/11/07/sikap-ilmiah/

http://berbagireferensi.blogspot.com/2010/06/lebih-jauh-tentang-pengertian-sikap.html 

http://berbagireferensi.blogspot.com/2010/06/lebih-jauh-tentang-pengertian-sikap.html

 

Fashion di Kalangan Mahasiswa

Menurut Wikipedia fesyen (inggris: fashion) atau mode adalah gaya berpakaian yang populer dalam suatu budaya. Secara umum, fesyen termasuk masakan, bahasa, seni, dan arsitektur.
Dalam blog ini, penulis akan menulis mengenai fesyen yang sedang tren dikalangan mahasiswa saat ini. Fesyen saat ini merupakan hal yang menjadi penunjang kehidupan seseorang terutama wanita. Dengan fesyen, seseorang akan menjadi lebih percaya diri, lebih terlihat cantik dan menarik. Fesyen dari seorang wanita dapat menjadi perhatian bagi seseorang. Fesyen sendiri merupakan bagian dari gaya hidup seseorang (wanita terutama), tak sedikit juga pria yang mengikuti tren fesyen di zaman sekarang. 

Seseorang yang sangat fashionable, secara tidak langsung mengkonstruksi dirinya sebagai seseorang dengan gaya hidup modern dan selalu mengikuti tren yang ada. Hal ini menunjukkan bahwa dalam dunia modern, gaya hidup membantu menentukan sikap dan nilai-nilai serta menunjukkan status sosial.

Seseorang yang fashionable biasanya mengikuti tren atau seseorang yang menjadi idola nya dalam mengikuti gaya berpakaian maupun gaya rambut dan sebagainya.

Banyak kalangan artis yang menjadi trendsetter fesyen, sebut saja Agnes Monica. Agnes Monica yang merupakan artis multitalenta menjadi trendsetter dikalangan anak muda zaman sekarang, bukan hanya berpakaiannya namun dari ujung rambut hingga ujung kaki nya pun menjadi trendsetter yang diikuti oleh para kalangan anak muda terutama wanita.

Fesyen saat ini beraneka ragam macamnya. Dimulai dari pakaian, celana, rambut, sepatu, kutek, behel (kawat gigi), pemakaian softlense, kalung, gelang, tas dsb. Hal - hal tersebut sebagai penunjang dalam berpenampilan oleh seseorang.

Banyak mahasiswa yang berpakaian dengan menggunakan beberapa aksesories sebagai penunjang dalam berpenampilan. Disalah satu kampus, para mahasiswa wanita ada yang menggunakan high heels/wedges, flat shoes, dan memakai pakaian sesuai perkembangan sekarang ini. Banyak sekali kita temukan beberapa mahasiswa wanita atau bahkan hampir seluruhnya memilki cara berpakaian/fesyen tersendiri dan keunikan masing - masing.

Beberapa fesyen yang dapat dikenakan :

1. Sepatu tribal




tribal shoes
http://www.gogirlmagz.com/item/42272/tribal-shoes.html

2. Gelang
NEON BRACELET
http://www.gogirlmagz.com/store.html



3. Pakaian
 

http://www.citacinta.com/cantik/gaya/pilih.celana.jeans.sesuai.bentuk.tubuh/001/005/505


Plus Minus Kuliah Malam Citacinta
http://www.citacinta.com/cerdas/dunia.kampus/


Dalam mengikuti trend fesyen saat ini hendaknya kita sebagai manusia melihat kondisi dan keadaan kita. Kita harus melihat apakah kita cocok menggunakan alat fesyen tersebut atau apakah kita cocok mengikuti fesyen idola kita ??? Jika kita merasa tidak cocok dan tidak nyaman, alangkah baiknya kita berpenampilan yang sesuai diri kita sendiri :)

Fesyen sah - sah saja diikuti oleh setiap kalangan asalkan tidak merugikan diri sendiri dan merasa nyaman.
Saran dan penutup: hendak nya berpenampilan sesuai dengan karakter masing - masing dengan kenyamanan dan kecocokan . :)

Semoga bermanfaat. :)




With love,
meida

Tuesday, April 30, 2013

:: 5 Pertanda Untuk Pindah Kerja :: CLEO.co.id! ::

:: 5 Pertanda Untuk Pindah Kerja :: CLEO.co.id! ::

Ketika Anda mulai merasa bosan di kantor dan kinerja mulai menurun, mungkin ini adalah pertanda untuk ‘melirik’ jenis pekerjaan baru


Tak banyak orang yang mau keluar dari zona nyaman dan ‘merangkak’ dari awal di pekerjaan yang baru. Tetapi, sebenarnya alih profesi merupakan cara yang tepat untuk mengembangkan karier. Selain bisa menambah pengalaman, Anda juga bisa menuangkan segala kemampuan yang dimiliki. Nah, jika hal-hal berikut ini mulai Anda rasakan, artinya Anda perlu ‘banting setir’ ke profesi yang lebih sesuai dengan minat dan bakat Anda.

1.    Gaji Kurang Sesuai
Penghasilan memang salah satu faktor pertimbangan ketika seseorang mencari pekerjaan. Ketika gaji yang Anda peroleh tiap bulan dirasa kurang sesuai dengan segala pekerjaan yang Anda lakukan, Anda tak bisa tinggal diam. Beberapa perusahaan juga memberikan tugas yang kurang sesuai dengan job description karyawannya. Jangan sampai menjadi ‘sapi perah’ di perusahaan tempat Anda bekerja.

2.    Malas Berangkat Kerja di Pagi Hari
Ini adalah indikasi yang paling jelas bahwa sudah saatnya Anda mencari pekerjaan lain. Bila setiap pagi Anda merasa sangat malas beranjak dari kasur untuk berangkat ke kantor, tandanya profesi yang Anda jalani sudah tidak menarik lagi, atau mungkin tidak sesuai dengan minat Anda.

3.    Sering Jatuh Sakit
Jika Anda perhatikan, sebenarnya ada hubungan antara menikmati pekerjaan dengan kondisi kesehatan tubuh. Semakin Anda menikmati pekerjaan, daya tahan tubuh otomatis akan semakin baik. Meskipun Anda sedang batuk sekalipun, Anda akan tetap bisa aktif bekerja dan sama sekali tidak merasakan lelah. Sebaliknya, orang yang tidak menikmati pekerjaan akan lebih mudah stres, lelah, dan daya tahan tubuhnya lebih mudah menurun sehingga lebih mudah jatuh sakit.

4.    Izin Dengan Alasan Kurang Tepat
Biasanya, Anda izin tidak masuk kerja jika memang merasa tidak enak badan. Tetapi untuk penyakit yang tergolong ringan seperti pilek atau sakit kepala, sebenarnya Anda tak perlu izin. Bagi orang yang memang sudah tidak ada semangat untuk bekerja, sakit kepala yang ringan sekalipun bisa dijadikan sebagai alasan untuk tidak masuk kerja. Orang-orang seperti ini beranggapan, dengan izin tidak masuk, mereka merasa bebas karena tidak harus ‘berjibaku’ dengan pekerjaan yang membosankan.

5.    Performa Kerja Menurun
Jika performa kerja Anda di kantor terus menurun, bisa jadi sebenarnya pekerjaan yang sedang Anda tekuni saat ini memang tidak sesuai dengan minat dan bakat Anda. Dalam kondisi seperti ini, tentu saja Anda tidak bisa bekerja secara optimal, karena yang sedang Anda kerjakan bukanlah passion Anda. Hubungan anda dengan atasan pun bisa memburuk. Jalan keluarnya, segera resign dan cari pekerjaan lain yang lebih sesuai dengan minat Anda.

http://www.cleo.co.id/life.career/career/5.pertanda.untuk.pindah.kerja/001/010/215

Sunday, March 17, 2013

PENALARAN

Ini adalah tugas softskill Bahasa Indonesia ...









semoga bermanfaat.

with love,
meida


KARANGAN

Ini adalah tugas Bahasa Indonesia (softskill) ...







with love,
meida :)